Munawir Syadzali & Untsa Uzlifah

Wedding Invitation

Love Story

Kisah kami tak begitu istimewa, tak seromantis novel cinta. Aku mengenalnya sebagai teman, tak ada yang istimewa dalam perkawanan itu. Hingga suatu saat dia datang, berkeluh kesah tentang kisah hidupnya, tak lupa sebagai wanita, air mata menjadi pelega perasaannya. “Goresan luka tergambar jelas dalam tangismu”, batinku terbersit di suatu lamunanku.

Dalam proses yang tidak mudah untuk dilalui, memantapkan hati bak melewati tali diantara dua jurang. Penuh pertimbangan, penuh kemungkinan. Akan terjatuh dalam lubang kebinasaan jika salah perhitungan. Namun, keyakinan bahwa ada surga diseberang sana menguatkan kaki ini untuk melangkah.

Menikah memang tak sepenuhnya didasari dengan cinta. Keyakinan bahwa dia sanggup menerima segala kekuranganku, ikhlas dengan masa laluku, ridho dengan keluargaku, bagiku, itu semua lebih dari cinta untuk mengucap kalimat sakral di depan walinya.

Dan, jika surga memiliki banyak pintu dengan kunci pembukanya, mungkin pernikahan adalah salah satu kunci untuk memasuki gerbangnya, sebagaimana kalam Rabi’ah Al-‘Adawiyah, semoga pernikahan ini menjadi kunci pembuka untuk memasuki surga bersama. Amien

 

*******

Jika mencintai adalah takdir, bagiku, menikahi adalah pilihan. Saya tak pernah menyangka, jika lelaki yang akan menikahiku adalah dia. Lelaki yang ku kenal cukup lama itu, sebenarnya tidak begitu mempesona (hihi..). Hanya saja, kerelaannya untuk berdamai dengan masa laluku, kuyakini mampu menuntun langkah hijrahku, dan entah kenapa, yakin hatiku dia mampu menjadi imamku, adalah alasan mengapa aku bersedia untuk dinikahinya (cie..).

Jujur, pria ini sempat menggagalkan impian-impian tinggiku. Termasuk mimpi menikah dalam batas usia tertentu. Hingga aku sadar, cinta memang tak pernah tepat waktu. Semoga saya selalu bersyukur menerima segala kekurangannya, ikhlas dengan kesederhanaanya, dan menjadikan jalan ini sebagai rute untuk meraih ridhonya.

Singkatnya, ku yakin semua ini bukan kebetulan. Skenario agung telah digariskan-Nya. Maaf atas segala salah dan khilaf.  Semoga Allah menghimpun yang terserak diantara kami, memberkahi kehidupan kami, serta meningkatkan kualitas ibadah kami. Amien

Our Dream

Kami yang Berbahagia

Munawir Syadzali

Sutarman (Alm) & Rumini
&

Untsa Uzlifah

Moh. Maswan & Siti Warsitah

Akad Nikah

Minggu, 12 Maret 2017
Pukul 09:00 s/d 10:00
Kediaman mempelai wanita Desa Sari RT.007/001 Kec. Gajah Kab. Demak

Acara Resepsi

Minggu, 12 Maret 2017
Pukul 10:00 s/d selesai
Kediaman mempelai wanita Desa Sari RT.007/001 Kec. Gajah Kab. Demak

Doa Kami

Ya Allah,
Ampuni dosa-dosa kami, maafkan segala khilaf kami, luruskan niat kami, sucikan hati kami, kuatkan tekad kami, bimbing kami, lindungi kami dari segala tipu daya syaitan, agar kami dapat menapaki jalan baru ini, demi menggapai ridho-Mu
Ya Allah,
Anugerahkanlah kepada kami, pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa
Ya allah,
Andaikan semua ini layak bagi kami, cukupkanlah permohonan ini dengan ridha-Mu, Jadikanlah kami sebagai suami istri yang saling mencintai dikala dekat, Saling menjaga kehormatan dikala jauh, Saling menghibur dikala duka, saling mengingatkan dikala suka, saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan, saling menyempurnakan  dalam beribadah.
Ya allah,
sempurnakanlah kebahagiaan kami dengan menjadikan pernikahan ini sebagai ibadah kepada-Mu dan bukti pengikat cinta kamu kepada Rasul-Mu
Amiin…

Tunggu, sedang menampilkan map..

Tulis do'a di komentar